Tanda-tanda halus dari perusahaan agar kita mengundurkan diri

14 January 2019 · Career

Apa saja tanda halus perusahaan tempat kita bekerja menginginkan kita keluar (resign) dari perusahaan? Saya pernah mengalami sendiri (bisa dibaca di Quora) maupun melihat rekan kerja dan atasan saya.

Tidak diajak rapat

Ada pernyataan yang cukup menarik: setengah hidup kita dihabiskan untuk rapat. Segitu “pentingnya” rapat sehingga ini bisa menjadi tanda pertama.

Tidak mendapat kerjaan

“Enak dong kalo ga ada kerjaan?” Pertanyaan ini tidak berlaku buat saya. Saya tidak merasakan enaknya menunggu jam pulang. Merasa sudah memejamkan mata selama lima jam tapi ternyata waktu hanya berjalan lima menit?

“Kekuasaan” dibatasi

Bisa berupa penurunan jabatan, bisa juga mutasi. Memang, tidak semua mutasi dilandasi alasan “supaya yang bersangkutan mengundurkan diri”, tetapi perlu dilihat juga seberapa jauhnya mutasi tersebut dengan latar belakang yang bersangkutan. Ada rekan saya seorang petinggi TI di sebuah perusahaan ternama. Saya tidak tahu penyebabnya apa, tetapi ia dimutasi untuk mengurusi bidang SDM saja. Sungguh berbeda jauh dengan kualifikasinya. Beberapa bulan kemudian ia mengundurkan diri.


Kalau kode-kode ini tidak mempan di Anda dan perusahaan sudah “muak” menggaji Anda, siap-siap dengan “tanda kasar.”

Mencari kesalahan

Sekecil apapun kesalahan tersebut akan dianggap fatal. Saya pernah diperingati bos saya hanya karena tidak membalas pesan Slack darinya saat saya sedang dirawat inap.

Menjelek-jelekkan Anda

Setelah ada kesalahan yang ditemukan, siap-siap dikonfrontasi atasan Anda di depan rekan-rekan kerja yang lain.

Memanggil Anda

Ini bisa jadi pamungkasnya. Saya masih saja bertahan dan perusahaan sudah sudah tidak sabar lagi. Saya dipanggil dengan kesalahan “melawan atasan karena tidak membalas Slack di luar jam kerja” dan diberikan dua pilihan: tetap berada di sana atau menandatangani surat pengunduran diri.


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.