Mengapa formulir yang ada di sebuah website dibuat bertahap?

11 February 2019 · Design

Mengapa formulir yang ada di sebuah website dibuat bertahap? Mengapa semua informasi tidak diminta di dalam satu halaman saja agar tidak terlalu banyak melakukan klik?

Ada dua hal yang bisa saya sampaikan.

Jumlah klik ternyata tidak menjadi masalahbagi pengguna, asal:

  1. Mereka tahu ada di mana dan bisa ke mana.
  2. Mereka bisa kembali ke laman/langkah sebelumnya tanpa kehilangan progress yang sudah dibuat.
  3. Situs web atau aplikasi tersebut tidak lamban.
  4. Koneksi internet pengguna juga tidak lamban.

Steve Krug menjadikannya hukum Krug nomor 2.

It doesn’t matter how many times I have to click, as long as each click is a mindless, unambiguous choice.

Krug’s second law of usability

Tujuannya adalah untuk fokus.

Formulir dengan banyak isian:

  1. Formulir dengan banyak isian akan membuat pengguna takut/malas. Pengguna akan merasa perlu menginvestasikan banyak hal (waktu, pikiran, dsb) untuk menyelesaikannya.
  2. Memperbaiki isian yang salah akan lebih sulit dilakukan karena pengguna harus mencari sendiri mana yang salah.

Formulir dengan beberapa tahapan:

  1. Membagi formulir ke dalam beberapa tahapan akan mengurangi ketakutan/kemalasan itu karena ada “insentif” untuk pengguna, misalnya “wah udah selesai 2 tahapan nih, tinggal 1 lagi!”
  2. Apabila ada kesalahan bisa langsung ditemukan dan diperbaiki dengan mudah.

Progress trackers create a clear path to completion. Studies show that offering users a clear idea of how many steps it takes to get to the final target can significantly reduce abandonment. From the psychological point of view, this makes a lot of sense. If you know how many steps you must complete in the process, you’re more likely to complete the process.

Nick Babich

Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.