Apakah desainer memerlukan keterampilan untuk menggambar?

8 October 2019 · Design

Ini salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi.

Anggaplah Anda seorang desainer UX yang sedang ditugaskan membuat situs otomotif. Anda memiliki ide untuk ikon yang akan digunakan pada situs tersebut dan ingin menjelaskan ke teman Anda. Teman Anda, seorang ekspat buruh migran dari luar negeri, tidak mengetahui arti kata “mobil”.

Bagaimana cara Anda menjelaskannya?

Opsi 1: Membuat gambar realis

Apakah ini disebut gambar?

Kredit: Sarah Kelly

Opsi 2: Membuat gambar sketsa

Lalu bagaimana dengan ini? Apakah ini bukan gambar?

Mahakarya buatan saya sendiri

Opsi 3: Menjelaskan dengan verbal.

Cobalah jelaskan dengan bahasa Indonesia.

mo.bil n kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesinnya; oto; otomobil

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mobil

Eh dia makin ga ngerti. Ya udah pakai bahasa Inggris saja.

Automobile, byname auto, also called motorcar or car, a usually four-wheeled vehicle designed primarily for passenger transportation and commonly propelled by an internal-combustion engine using a volatile fuel.

https://www.britannica.com/technology/automobile

Sebagai seorang desainer, mana yang Anda pilih saat berdiskusi dengan rekan kerja Anda?

  1. Gambar realis, seperti gambar Porsche buatan mbak Sarah Kelly, yang membutuhkan waktu sekian menit/jam untuk membuatnya.
  2. Gambar sketsa, seperti mahakarya saya di atas, yang hanya membutuhkan waktu sekian detik.
  3. Menjelaskan secara verbal, yang membutuhkan waktu beberapa lama untuk memikirkan kata-katanya.

Apakah seorang dokter harus mengetahui anatomi?

Apakah seorang pemrogram harus bisa menggunakan komputer?

Apakah seorang desainer (termasuk UX) harus bisa menggambar?

Jawabannya adalah iya, harus. Sejauh mana harus menguasai adalah tergantung kebutuhannya.

Misalnya, mata saya terasa sakit dan saya ke dokter umum di puskesmas. Dokter malah memeriksa mata kaki saya. Apakah dokter tersebut boleh berkilah “ya kan saya dokter umum, bukan mata” kalau saya protes? Tentu saja dokter itu harus mengerti anatomi. Sejauh mana ia harus mengerti, mendalami, dan menguasai ya tergantung dari kebutuhannya. Kalau ia ingin menjadi spesialis mata, tentu saja ia harus mengingat gambar ini.

Sumber

Lalu untuk kasus pemrogram, apakah ia harus bisa menggunakan komputer? Ya, harus, masa ia menggunakan mesin tik?

Pemrogram dengan alat favoritnya?

Sekarang kembali ke pertanyaan: Apakah seorang desainer (termasuk UX) harus bisa menggambar?

Anggaplah Anda ditugaskan untuk membuat alur pengguna dalam menggunakan produk digital. Bagaimana Anda melakukannya?

Opsi 1: Lisan

Jadi nih pengguna buka app-nya, terus dia langsung masuk ke screen Login. Abis login, dia masuk ke screen Home. Isinya adalah daftar film yang disusun dalam bentuk card. Di dalam card ada poster, judul, dan beberapa tombol.

Misalnya dia udah nonton satu film, dia bisa tap tombol Mark As Seen yang pake ikon mata, nanti matanya berubah jadi kecoret. Terus kalo dia suka film itu dia juga bisa tap tombol Add to Favorite, ikonnya gambar garis bintang. Kalo udah dilakuin ikonnya bukan garis lagi, tapi udah ada fill-nya.

Abis itu dia juga bisa liat detil filmnya. Tinggal tap aja salah satu card listing terus dia bakal diarahin ke screen Movie Detail. Di screen itu dia bisa baca deskripsinya, nonton trailer-nya. Dia juga bisa ngeliat daftar temennya yang tertarik sama film itu.

Dia juga bisa nge-share film itu ke temennya. Tinggal tap tombol Share, nanti ada modal window yang muncul dan isinya daftar temen-temennya. Terus dia pilih mau nge-share ke siapa. Abis itu tap OK. Kalo udah selesai, ada screen yang ngasih tau udah berhasil di-share. Tap tombol OK nanti balik lagi ke Home deh.

Anggap saya sedang menjelaskan ini secara lisan. Coba Anda bentuk mental model di pikiran Anda mengenai alur kerja ini.

Contoh berikutnya ada di bawah. Saya sengaja memberikan jarak agar maksud saya bisa dipahami.

ontoh berikutnya ada di bawah. Saya sengaja memberikan jarak agar maksud saya bisa dipahami.

.

.

.

.

.

Masih jauh.

.

.

.

.

.

Setengah jalan.

.

.

.

.

.

Sedikit lagi.

.

.

.

.

.

Opsi 2: “ini”

Kredit: Annelise Nelson

Apakah mental model Anda sesuai dengan “ini”? Mana yang lebih Anda mengerti? Penjelasan lisan atau melihat “ini”? Disebut apakah “ini”? Ya, betul. “Ini” adalah gambar (tepatnya adalah sketsa wireflow). Apa kata yang digunakan untuk aktivitas membuat gambar ini? Menggambar.

Bagus tidak gambarnya? Tidak relevan. Tidak penting. Yang penting adalah maksudnya bisa dipahami, jauh lebih mudah untuk dipahami dari penjelasan verbal.

Jadi, apakah seorang desainer (termasuk UX) harus bisa menggambar?

Ya. Harus bisa. Sejago apa ia dalam menggambar tergantung kebutuhan (dan minatnya).


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.