Norman Door dan pengaruhnya dalam desain interaksi

2 November 2019 · Design

Kalau Pintu ke Mana Saja bisa membawa kita, sesuai namanya, ke mana saja, Norman Door (Pintu Norman) justru membawa kita ke level frustrasi.

Sumber gambar

Fenomena Pintu Norman ditemukan oleh Don Norman, seorang tokoh UX yang sering dijadikan kiblat oleh para praktisi. Fenomena Pintu Norman menggambarkan bagaimana sebuah interaksi yang harusnya mudah, membuka pintu, justru bisa menjadi masalah karena:

  • ketiadaan atau ketidakjelasan informasi cara membuka sebuah pintu, atau
  • ketidaksesuaian dengan harapan seseorang dalam membuka pintu.

Contoh pertama:

Pintu ini memberikan dua informasi. Pertama adalah signage bertuliskan Push yang artinya Dorong. Namun, ada informasi visual lain yang kontradiktif, yaitu handle yang mengisyaratkan untuk menariknya.

Contoh kedua:

Contoh ini malah lebih ekstrim lagi. Tulisan Automatic Door membuat kita berpikir kalau pintu ini akan otomatis terbuka secara bergeser. Namun ia juga memiliki handle berwarna merah untuk menariknya untuk membukanya. Ada pula dua tulisan Pull di pintu tersebut.


Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fenomena ini, Vox sudah membuat video yang cukup menjelaskan.

Ada juga penjelasan versi lawak.

Sebagai desainer, fenomena ini memberikan insight yang sangat menarik, bagaimana visual yang disajikan oleh desainer belum tentu bisa dipahami dengan mudah oleh user; juga mengenai harapan user saat melakukan interaksi tertentu.


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.