Apa yang sering orang salah pahami dengan pekerjaan desain?

7 February 2019 · Design

Desainer itu tugasnya hanya mengoperasikan software desain saja. Kalau ada orang awam yang pernah memakai software itu otomatis ia sudah resmi masuk klub desainer.

Tinggal klik sana. Klik sini. Yuk dibantu ya. Bim salabim jadi apa prok prok prok.

  1. Wah, desain cutting edge yang mind blowing dan pasti menang Cannes!
  2. Wah, karya arsitektur masa depan berlandaskan green design yang 100% akan menang AIA (American Institute of Architects) Gold Medal!

Yang salah dari pola pikir di atas adalah menganggap desainer sebagai orang yang bermodalkan software saja. Atau membuat desain itu cukup klik sana sini saja. Tentu saja bukan.

Jadi apa itu desainer? Makhluk apakah mereka? Apa kerjaan mereka?


(Sumber gambar: UI Stencils | Design is a Job)

Saya baru saja membaca buku Design is a Job karya Mike Monteiro, seorang web designer dan pendiri studio desain Mule. Di buku ini ia memberikan beberapa definisi yang cukup menarik.

Desainer bertugas menyelesaikan masalah dengan satu set batasan

Batasannya antara lain apa mediumnya, siapa audiensnya, apa saja kebutuhan bisnis atau teknologinya, dan sebagainya. Tidak mungkin kan seorang desainer merancang cockpit pesawat ulang-alik untuk kendaraan seperti Bajaj!

(Sumber gambar: NASA)

Lalu masalah apa yang diselesaikan? Tergantung jenis desainernya. Kalau desainer UX akan membantu pengguna dalam menggunakan produk digital; desainer produk pasti membuat kursi yang tidak akan patah saat diduduki; desainer interior akan memastikan warna, tata letak, maupun furnitur memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Desainer memahami tujuan (goals)

Desainer yang baik harusnya tidak langsung menanyakan ini:

Desainer yang baik harus bertanya mengenai tujuan yang ingin dicapai. Apakah ingin menambahkan nilai transaksi, meningkatkan awareness, atau malah hanya me-refresh tampilan saja?

Intinya adalah “kenapa kita melakukan ini?” Kalau jawabannya tidak jelas, tidak bisa dimengerti, atau tidak ada sama sekali, desainer tidak bisa mendesain apa-apa atau malah salah membuat desain. Harusnya desainer berhenti bekerja saat itu karena hasilnya akan sia-sia. Tapi.. Apakah desainer bisa menentukan tujuannya? Tentu saja. Buat dan tentukan tujuannya.

Yes, it is part of your job. Anything that helps you do your job is part of your job.

Bagaimana caranya? Baca selanjutnya.

Desainer mengumpulkan informasi

Setelah memiliki tujuan, tugas desainer selanjutnya adalah mengumpulkan informasi agar solusi yang dirancang bisa memenuhi tujuan itu. Ibaratnya, tidak mungkin arsitek langsung membuat rancangan rumah tanpa tahu ukuran lahannya berapa.

Desainer membuat desain

Tujuan sudah ada, informasi sudah lengkap. Selanjutnya adalah “membuat desain”. Tahapan inilah yang terlihat dan diketahui oleh awam karena sudah ada wujudnya.

Desainer membuat hal-hal baru (novel forms)

Sebuah desain biasanya mengikuti kebiasaan (convention) karena sudah terbukti berhasil, misalnya seperti mengklik logo di sebuah situs web atau aplikasi akan kembali ke laman beranda. Desain yang menarik adalah yang bisa menyeimbangkan kebiasaan dengan kebaruan dan membuatnya menjadi suatu hal yang baru.


Sebenarnya masih ada beberapa definisi lain di buku itu tapi saya rasa tidak pas untuk menjawab pertanyaan ini.


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.