Kenapa <table> dihindari dalam situs web?

25 November 2019 ยท Design

Jawaban becanda:

Desainer menghindari <table> karena menghindari ngoding.


Jawaban serius:

Tentu saja dihindari, sekarang bukan tahun 1997 lagi.

Dulu <table> ramai dipakai karena itu satu-satunya cara untuk mengatur tampilan/tata letak sebuah laman web. Ini situs web saya tahun 1999โ€“2000, https://rifat.id/inter, masih memakai tabel.

Kemudian CSS berkembang, mengatur tata letak mulai menggunakan float: left or right. HTML ikutan berkembang sehingga sekarang ada yang namanya semantik: memberikan makna pada struktur dokumen untuk meningkatkan aksesibilitas. CSS juga makin ikutan berkembang dengan membawa flex.

Secara garis besar, saat yang tepat untuk memakai <table> adalah:

  • 20 tahun yang lalu.
  • Atau untuk menyajikan data tabular.
  • Atau untuk newsletter (Si*lan kau Outlook!).

Di luar kebutuhan di atas, <table> makin dihindari karena:

  • Tugas HTML adalah untuk mengatur struktur dokumen, dan tugas CSS adalah mengatur tampilannya.
  • <table> kalau digunakan untuk mengatur tampilan justru malah merusak struktur dokumen, selain itu juga membuat lamannya tidak aksesibel karena tidak memiliki makna yang sesuai.
  • <table> juga sulit di-maintain dan sulit dibuat responsif.
  • Secara semantik, peran <table> adalah untuk menyajikan data tabular.

Beberapa bacaan lebih lanjut:


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.