Tips Mencari Kerja

21 May 2020 · Career

Mencari kerja bukanlah aktivitas yang menyenangkan khususnya di masa pandemi ini. Saya sering menerima pertanyaan di Quora terkait tips mencari kerja dan saya harap rasa tulisan saya bisa menjawabnya.

Beberapa tips mencari kerja ini sedang saya jalankan dan semoga bisa membantu.

Rekam semua aktivitas pencarian kerja.

Saya pernah ditolak secara tidak menyenangkan.

If you would like to reapply for this position, we welcome you to do so after 12 months. 

A recruiter

Saya sudah melamar beberapa kali di perusahaan tersebut dan respon terakhir ini sangat menyentil saya: coba lagi tahun depan. Sejak itu saya selalu mencatat aktivitas saya. Saat ini saya menggunakan Notion karena fiturnya yang cukup membantu ditambah sekarang Notion menggratiskan penggunaan software-nya untuk individu.

Aktivitas saya tahun lalu

Notion memudahkan saya mencatat aktivitas saya karena block yang mereka sediakan cukup lengkap. Secara garis besar, yang saya catat adalah sebagai berikut:

Isian aktivitas di Notion
  1. Title: Ini saya isi dengan nama perusahaan atau nama headhunter.
  2. Position: Posisi yang saya lamar.
  3. URL: Alamat lowongan, gunanya agar saya bisa mengingat kembali deskripsi pekerjaannya suatu saat saya butuh, misalnya untuk persiapan wawancara.
  4. Type: Ini adalah jenis pekerjaannya, apakah Remote, On-site, Full-time, Part-time, dsb.
  5. Location: Kalau pekerjaannya tidak Remote, maka saya masukkan alamatnya di sini.
  6. Phase: Tahapan yang sudah saya lalui terkait lowongan tersebut yaitu Applied (baik melamar sendiri maupun dihubungi rekruter/headhunter), Interview, Test, Failed, Consider it Failed, Offered, Accepted.
  7. Applied, Interview, Test, Failed: Tanggal-tanggal saya melakukan tahapan tersebut.
  8. Process Time: Durasi dari sejak saya melamar hingga mendapat jawaban (Failed, Consider it Failed, Accepted).
  9. Days passed: Sudah berapa lama waktu berlalu sejak saya melamar.

Saya memasukkan Consider it Failed agar cepat move on dari lowongan tersebut. Saat saya menjadi hiring manager di Gojek, saya memproses kandidat dalam waktu 2 minggu saja. Sudah lewat dari 2 minggu biasanya saya tidak akan menengok CV-nya lagi. Di Style Theory malah lebih cepat lagi. Ketika rekruter sudah memberikan saya nama, tidak sampai 1 minggu untuk mengatakan iya (dipanggil wawancara), atau tolak kepada si rekruter. Saya sendiri memasukkan batasan waktu 30 hari untuk semua lamaran kerja saya, yang artinya jika sudah melewati 30 hari dan tidak ada kabar apa-apa (baik dipanggil wawancara dsb) maka saya harus menganggapnya gagal.

Dari rekaman ini saya juga bisa melihat peluang saya. Tahun lalu saya melamar/dilamar di 92 posisi berbeda dan hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Ditolak (Failed/Consider it Failed): 89 perusahaan, baik yang memberikan kabar maupun tidak.
  2. Dipanggil wawancara/tes (Interviewed/Tested): 6 perusahaan.
  3. Diberikan offering: 2 perusahaan.
  4. Diterima: 2 perusahaan, yaitu di ZebraX dan Style Theory.

Dari 92 lamaran hanya berhasil 2, alias peluang saya tahun lalu hanya 2,2 persen saja.

Buat contekan.

Saat mengisi formulir lamaran kerja, terkadang saya diharuskan menjawab hal-hal mendasar yang berguna bagi perusahaan melakukan screening dini. Untuk bidang saya biasanya pertanyaannya sebagai berikut:

  • Tell me your notable projects throughout your career and what were your roles and achievements for each projects.
  • Do you have experience in building a modern SaaS application?
  • What do you believe are your top 3 skills from your previous work experience that will help you the most in this new position?
  • What professional achievement are you most proud of?
  • What mistake have you made recently and what have you learned from it?

Saya menyiapkan daftar FAQ saya sendiri jadi saya tinggal menyalin-tempelnya saja di formulir ketimbang harus selalu menjawab dari nol.

Selain itu, kadang pula lamaran harus dikirimkan melalui surel. Saya juga sudah menyiapkan draf lamaran kerja yang tinggal saya isi saja nama perusahaan maupun posisinya.

Rajin mengunjungi situs lowongan kerja.

Ada banyak sekali situs lowongan kerja dan tiap perusahaan memiliki preferensinya masing-masing. Ada yang hanya mengumumkannya di situs pribadi, ada yang memakai satu situs lowongan kerja, ada yang memakai banyak situs lowongan kerja, bahkan ada juga yang memakai jasa headhunter.

Saya sendiri memakai situs-situs ini:

  1. LinkedIn
  2. Kalibrr
  3. Dynamite Jobs
  4. No Desk
  5. Robert Walters
  6. Michael Page
  7. Hired
  8. Meerkad
  9. Remotive

Pintar memakai LinkedIn.

Buat apa punya profil LinkedIn kalau tidak ada yang bisa menemukan profilnya? Salah satu cara agar profil LinkedIn mudah dicari adalah dengan memperluas koneksi. Saya pernah membahasnya di sini.

Cari mentor.

Saya baru menemukan dua situs yang menyediakan daftar mentor terkait bidang saya, yaitu adplist.org dan designed.org. Dari beberapa cerita yang dibagikan ada banyak manfaat dari kegiatan mentoring ini, mulai dari memperbaiki portfolio, tips dan trik wawancara, hingga berhasil mendapatkan pekerjaan.


Saya akan menambahkan terus tips yang saya ketahui di laman ini. Ikuti pula akun Instagram saya untuk mendapatkan berbagai informasi terkait desain maupun koleksi meme yang saya miliki.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.