Klien adalah Desainer

29 May 2019 · Design

Konsep ini mungkin belum bisa diterima desainer kebanyakan: siapapun yang terlibat dalam proses desain adalah desainer, termasuk di dalamnya adalah klien.

Hasil dari proses desain bukanlah sebuah logo atau sebuah situs web, tapi dampak yang diberikannya. Dampaknya pun bermacam-macam tergantung dari masalah yang ingin dipecahkan atau tujuan yang ingin dicapai, mulai dari sekadar meningkatkan keterbacaan, meningkatkan awareness, hingga meningkatkan penjualan.

Kenapa semua orang yang terlibat disebut desainer? Jawaban mudahnya karena keberadaan mereka menentukan hasilnya. Mereka ikut merancangnya. Merancang disebut juga dengan mendesain.

Dalam Enterprise Design Thinking (EDT), sebuah metode pemecahan masalah yang dikembangkan oleh IBM, ada satu kunci penting yang harus selalu ada di setiap prosesnya. Kunci ini kami sebut sebagai Sponsor User(s). Selain itu ada Hill(s) dan Playback(s).

Hill(s) adalah pernyataan tertulis yang menyatakan tujuan akhir dari sebuah proses desain. Tujuannya adalah untuk menyejajarkan (align) para anggota tim.

They tell you where to go, not how to get there, empowering teams to explore breakthrough ideas without losing sight of the goal.

Salah satu bentuk Hill yang baik adalah pidato JFK saat memulai Space Race.

I believe that this Nation should commit itself to achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the moon and returning him safely to earth.

— JFK

Bisa dilihat di tulisan yang ditebalkan, Hill-nya adalah mendaratkan manusia ke bulan dan memulangkannya dengan selamat. Tidak disebutkan caranya.

Yang kedua adalah Playback(s) yang bertujuan untuk menyejajarkan tim setiap saat. Ingat laporan mingguan, bulanan, atau tahunan yang harus dibuat saat bekerja, entah untuk atasan, tim, atau untuk klien? Siapa yang ingat isinya? Ya, tidak ada yang ingat. Coba bandingkan dengan Avengers: Endgame. Siapa yang ingat? Ya, Thanos versi pensiun sama seperti cita-cita saya: menetap di pedesaan dan berkebun.

Playback(s) dalam EDT adalah menyampaikan sebuah cerita.

If history was told in stories, no one would ever forget it.

Yang terakhir adalah Sponsor User(s), inti dari pertanyaan ini. Tujuan dari keberadaan Sponsor User(s) adalah untuk menyejajarkan proses desain dengan kenyataan. Klien adalah salah satu bentuk Sponsor User(s) yang bisa menyejajarkan para anggoa tim yang membuat logo dengan “kenyataan” (visi/misi perusahaan, kesan/citra, dan sebagainya).


Mungkin maksud dari pertanyaan ini adalah klien yang ikut campur dalam urusan tetek bengek seperti mengatur ukuran piksel dan warna.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Penyebabnya beragam, mulai dari klien yang tidak mengerti peran desainer, klien yang merasa raja karena sudah membayar, hingga klien yang merasa dirinya perfeksionis.

Bagaimana mengatasinya?

Salah satunya adalah dengan melibatkan mereka dalam prosesnya (seperti dalam metode EDT di atas) sehingga hasilnya adalah sebuah kolaborasi sesama desainer, bukan interaksi antara klien dengan “tukang”.


Catatan: Ini adalah salinan jawaban saya di Quora. Saya akan menulis ulang jawaban yang saya suka di Quora ke dalam blog saya.


Have any questions or comments about this post? Contact me using the form on this page or on Instagram at @RifatNajmi.